BANYUWANGI – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI Perjuangan) Banyuwangi siap mendaftarkan 50 bakal calon anggota legislatif (Caleg) DPRD kabupaten ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (11/05/2023).
Sebelum itu, seluruh kader, caleg dan jajaran pengurus PDI Perjuangan, anggota fraksi bersama simpatisan partai menggelar doa bersama lintas agama di Bumi Blambangan untuk memohon ridha Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kemudahan menjalani seluruh tahapan Pemilu tahun 2024.
Kegiatan doa bersama diawali dengan pembacaan Ratibul Haddad untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan dan kemenangan bagi kader pejuang partai dalam Pemilu legislatif maupun pemilihan Presiden 2024 mendatang.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menyampaikan bahwa tujuan diadakannya doa bersama ini untuk membekali seluruh kader partai khususnya calon anggota legislatif agar memantapkan hati menhadapi Pemilu tahun 2024. Melalui upaya perjuangan yang sungguh-sungguh serta percaya diri dan keyakinan bahwa Allah SWT pasti akan memberikan yang terbaik.
” Doa bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menyempurnakan segala usaha seluruh kader PDI Perjuangan Banyuwangi dalam mempersiapkan pemenangan Pemilu tahun 2024, ” kata Made Cahyana.
Made Cahyana menyadari usaha,perjuangan yang selama ini telah dilakukan tidak akan berhasil jika tidak ada Ridha dari Allah SWT. Maka dari itu Ketua DPRD Banyuwangi ini mengajak seluruh kader beserta simpatisan untuk berdoa dengan harapan apa yang di ikhtiarkan menang mutlak di Pemilu 2024 bisa terwujud.
” Kita berdoa semoga kader-kader PDI Perjuangan bisa duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bnayuwangi, bisa menjalankan tugas kepartaian bisa lebih baik lagi dan kita berdoa semoga Pak Ganjar Pranowo bisa jadi Presiden RI selanjutnya, ” harap Made Cahyana.
Doa bersama lintas agama diawali dari pemuka Agama Islam, Gus Khosim, Agama Kristen Protestan yang dibawakan oleh Pendeta Sukotiarno, Agama Hindu oleh Ajik Puja, Agama Budha oleh Eka Wahyu Widayat, Kristen Katolik oleh Romo Bernadus Winuryanto Pr dan yang terakhir Agama Khonghucu oleh Tjahyadi Sugiyanto.














