BANYUWANGI – Putra calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar bertemu dengan milenial dan Gen Z di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (30/12/2023). Dalam pertemuan itu, Alam menjelaskan tahun 2045 adalah momentum Indonesia menjadi negara maju.
Terlebih, Indonesia saat ini memiliki bonus demografi, di mana jumlah usia produktif mendominasi dari total penduduknya. Dalam kegiatan gesah bareng bersama anak muda itu, putra Ganjar Pranowo ini berbagi pandangannya tentang tantangan yang dihadapi anak muda di era yang akan datang.
Ia juga merespon tentang tentang fenomena resistensi politik di kalangan anak muda. Menurut Alam, tidak ada yang dapat disalahkan dengan adanya resistensi politik tersebut. Menurutnya itu hanya perkara “like and dislike”.
“Kalau memang tidak suka ya udah. Tapi di sisi lain, kenapa anak muda bisa jadi apatis terhadap politik, karena ada beberapa praktik yang menunjukkan politik tidak baik,” ucap Alam dihadapan seribu kamum milenial yang hadir
Meski demikian, Alam berharap agar anak muda mulai merubah tentang sikap dan pandangan tentang politik. Sebab menurut Alam politik adalah arah kebijakan suatu negara. Ia pun mengajak para anak muda untuk berpartisipasi pada Pemilu dan Pilpres 2024 mendatang.
“Ada kewajiban yang harus kita laksanakan dengan datang ke TPS waktu pemilu,” tegasnya.
Dalam pertemuannya bersama kalangan milenial dan Gen-Z, Alam juga menjelaskan pandangannya tentang tantangan yang dihadapi anak muda di era mendatang. Mulai dari sisi persaingan kerja, ekonomi bahkan juga pendidikan.
Dalam pertemuannya bersama anak muda ini, Alam tidak menyinggung soal ayahnya yang maju sebagai Capres. Ia membebaskan anak muda memilih sesuai hati nuraninya.
Namun secara tersirat ini menjadi sinyal penguat bahwa pasangan Ganjar – Mahfud tengah bekerja keras membidik suara milenial dan Gen-Z. Khususnya yang ada di Banyuwangi.
Dipertegas oleh Ketua DPC PDI-Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyana Negara. Made meyakini eksistensi Alam Ganjar akan berdampak baik terhadap politik di Indonesia.
Kecerdasan dan pengetahuan Alam yang luas diyakininya mampu merubah pandangan politik anak muda.
“Sekaligus kita optimis kehadiran Mas Alam mampu mendongkrak suara kita di kalangan milenial dan Gen-Z,” ucap Made.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan) menjadi salah satu yang ingin membidik suara milenial dan Gen-Z. Partai berlogo banteng ini menyadari betul tentang potensi suara di kalangan milenial dan Gen-Z.
Made menyebut sejauh ini pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk menggaet suara dari kalangan milenial dan Gen-Z.
“Kalau secara konkret kita sadar betul bahwa pemilih muda ini banyak. Dan kita menyadari betul sehingha sejak beberapa tahun ke belakang DPC PDI Perjuangan sudah menyusun strategi,” ucap Made.
Salah satu strategi yang telah dijalankan ialah membentuk Komunitas Juang dan Banteng Muda Indonesia, yang didalamnya berisi kaum muda.
Puncaknya, ribuan pemuda milenial dan Gen-Z dari berbagai kecamatan di Banyuwangi dihadirkan dalam Konsolidasi Akbar yang digeber PDI-P bertempat di salah satu hotel berbintang.
Pemilih muda menjadi salah satu sektor yang kini tengah digarap PDI-P menghadapi pesta demokrasi lima tahunan. PDI-P ingin menjadikan anak muda sebagai subjek politik.
Oleh karenanya, Made optimis PDI-P akan meraih banyak simpati dan suara dari kalangan anak muda.
“Secara spesifik kami tidak bisa merinci target kita di kalangan anak muda. Tapi di Banyuwangi kami optimis Ganjar – Mahfud bisa meraih 70 persen suara dari total pemilih yang ada,” tegasnya.














