Menu
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Banyuwangi

Mengenal Ni Galuh Parwati Pejuang Perempuan Milenial, Maju di Dapil Banyuwangi II

  • Bagikan

Banyuwangi, – Kehadiran milenial dalam kontestasi politik menjadi angin segar di tengah situasi politik di Indonesia yang dinilai stagnan.

Namun kini berubah. Potret wajah baru pemuda-pemudi kelahiran 90-an ramai maju menjadi Bacaleg dalam Pemilu 2024 mendatang. Tak terkecuali di Banyuwangi.

banner 650x280

Kehadiran mereka tentu tidak hanya menjadi penggembira. Mereka datang dengan misi, ide dan gagasan besar untuk membawa kemajuan bagi daerahnya.

Salah satu Bacaleg yang siap maju dalam dalam Pileg di Banyuwangi adalah Ni Galuh Parwati.

Dara kelahiran 19 Februari 1997 dari Desa Patoman yang akan berkontestasi di Dapil Banyuwangi II meliputi Kecamatan Blimbingsari, Rogojampi dan Srono.

“Dengan ikut sertanya saya selaku kaula muda dalam Pileg 2024, menjadi awal baru yang baik dalam regenerasi. Karena saya merasa di Banyuwangi politik semakin kurang diminati oleh kaum milenial,” kata Galuh.

Galuh bakal maju lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Dia pun membeberkan alasannya berlabuh ke partai besutan Megawati Soekarnoputri ini.

Galuh mengaku PDIP adalah partai yang dikenalnya sedari kecil. Dari partai ini Galuh belajar dan berkembang tentang empati. Arti ruh dan cita-cita perjuangan nasib wong cilik.

Hal itu tak bisa dilepaskan dari pola didik ayahnya yakni Made Swastika. Sosok politisi ulung asal Bumi Blambangan yang terkenal getol memperjuangkan nasib wong cilik.

“Dari partai ini pula saya akan mewujudkan cita-cita untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Alumni Universitas Brawijaya ini.

Melalui kursi dewan, Galuh membeberkan beberapa poin yang akan siap diperjuangkan. Pertama adalah kemandirian ekonomi makro dari desa ke desa dan peningkatan partisipasi perempuan.

Galuh menekankan pentingnya kemandirian bagi kalangan perempuan. Dia pun berharap ada keberpihakan dalam hal proses pemberdayaan perempuan dengan mengandalkan potensi berbasis lokalitas.

“Sehingga, sesuatu yang menjadi keunggulan perempuan di suatu daerah bisa dioptimalkan,” tegasnya.

Dengan memanfaatkan potensi ini, Galuh menaruh harapan agar perempuan bisa jadi lebih mandiri, terjaga harkat dan martabatnya, serta sejahtera.

“Saya ingin melindungi hak dan aspirasi perempuan. Saat ini budaya patriarki masih mudah kita jumpai di lingkungan sehari-hari. Perempuan di nomor duakan dan pemikiran semacam itu harus dihapus dengan legitimasi yang jelas,” cetusnya.



banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *