Banyuwangi, – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) resmi mendaftarkan kader terbaiknya untuk ikut bertarung sebagai bakal calon legislatif dalam Pemilu 2024 mendatang.
Sebanyak 50 nama bacaleg resmi didaftarkan ke KPU setempat. Mereka merupakan kader terbaik yang memiliki segudang prestasi, pengalaman dan latar belakang yang beragam.
Salah satunya ada Erik Trisdiantana. Pria kelahiran 27 April 1985 ini akan maju dari Dapil Banyuwangi II yakni Rogojampi, Blimbingsari dan Srono.
Di Bumi Blambangan taji dan kiprahnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Sebab pengalamannya sudah cukup teruji dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.
Pria yang akrab disapa Erik ini mengaku jiwa kepedulian terhadap masyarakat sudah muncul sejak ia kecil.
Hal ini tak lepas dari peran serta ayahandanya yang merupakan seorang anggota polisi.
Sedari kecil dididik disiplin dan cukup keras. Apalagi perihal empati terhadap masyarakat.
“Hidup bermasyarakat harus saling tolong menolong, membantu sesama dan jadilah orang yang bermanfaat,” kata Erik mengingat pesan ayahnya.
Erik besar dan tumbuh di Kecamatan Rogojampi. Sedari usia remaja Erik memang sudah cukup aktif dalam kegiatan sosial.
Pesan sang ayah tertanam dalam jiwa dan sanubarinya. Oleh karenananya saat masih kuliah di Fakultas Hukum Untag Banyuwangi dia terjuan ke dunia aktivisme.
Pada tahun 2004 Erik bergabung dengan salah satu organisasi ekstra kampus yang mengajarkan tentang kepedulian terhadap nasib wong cilik.
Organisasi itu adalah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Di organisasi tersebut ia mendapatkan ruh semangat marhaenisme.
Sebuah spirit kepedulian memperjuangkan nasib masyarakat pinggiran yang diteladani dari Ir Soekarno.
“Sewaktu kuliah saya sering melakukan advokasi, mendampingi konflik dan permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Lulusan SMAN 1 Rogojampi ini.
Kiprah dan perjuangannya dalam dunia aktivis, mengantarkannya pada tanggungjawab yang lebih besar. Pada tahun 2008-2010 dia daulat menjadi Ketua Cabang GMNI Banyuwangi.
Menjadi nahkoda organisasi besar tak lantas membuatnya berleha-leha. Erik justru kian getol dalam memperjuangkan hak rakyat.
Oleh karenanya pasca purna ber-GMNI, Erik memutuskan untuk melanjutkan ke jalur politik. Dia berlabuh ke PDI-P.
Dia partai ini kalibernya sungguh luar biasa. Tahun 2014 Erik dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu hasilnya pun tak mengecewakan.
Sehingga pada tahun 2019 hingga sekarang, Erik kembali diberi amanah besar, menjadi Wakil Sekretaris Bidang Internal sekaligus sebagai Kepala Sekretariat DPC PDI-P Banyuwangi. (*)














